Rabu, 20 Agustus 2014.

Mat 20:1-16a
Apakah Kita Irihati Pada Sesama?

Bacaan Injil hari ini adalah salah satu bacaan favorit saya.
Saya membayangkan bagaimana perasaan saya, setelah bekerja sehari suntuk lalu  mengetahui ada orang lain yang hanya bekerja satu-dua jam saja tetapi menerima upah yang sama dengan saya.
Saya membayangkan saya bekerja di suatu perusahaan, bekerja dengan rajin dan tanpa lelah, tetapi menerima gaji yang sama dengan orang yang malas bekerja dan sering bolos.
Saya membayangkan memiliki atasan yang bisanya main perintah tetapi tidak mengerjakan apa-apa.
Pantaskah kalau kemudian saya merasa telah dicurangi, merasa mendapat perlakuan yang tidak adil?
Lumrah kalau timbul perasaan seperti itu.
Tetapi coba kita simak apa tindakan kita selanjutnya setelah itu?
Apakah kita akan ikut-ikutan malas bekerja supaya adil?
Jika ini yang kita lakukan, bukankah sesungguhnya kita menjadi sama saja dengan orang yang kita anggap tidak benar itu?
Atau kita akan protes menuntut gaji yang lebih besar?
Bukankah perusahaan telah membayar saya sesuai dengan kesepakatan?
Pantaskah saya menuntut lebih gara-gara ada karyawan lain yang menerima lebih tetapi kurang dalam memberi?

Pemilik kebun pada bacaan hari ini telah melakukan perbuatan baik, memberi pekerjaan kepada orang-orang yang menganggur lalu memberi upah atas pekerjaannya itu.
Maka menjadi malulah kita ketika pemilik kebun itu bertanya kepada kita, “Iri hatikah engkau karena aku murah hati?”

Tak dapat dipungkiri kalau kita lebih senang mencari-cari kesalahan atau kekurangan orang lain, seperti kita memprotes orang yang hanya bekerja satu-dua jam itu.
Lalu kita pun akhirnya menjadi buta, tak mampu melihat kebaikan yang telah dilakukan oleh pemilik kebun itu.
Nah, kini saatnya bagi kita untuk menentukan kacamata mana yang hendak kita pakai untuk melihat orang lain, apakah menggunakan kacamata untuk melihat kekurangan atau keburukan orang lain ataukah kacamata untuk melihat perbuatan baik yang dilakukan orang?
Melihat keburukan orang akan menjadikan kita buruk, melihat kebaikan orang akan membuat kita menjadi baik.

No comments:

Post a Comment