Minggu, 8 Juni 2014.

Yoh 20:19-23
“Terimalah Roh Kudus”
Setelah Yesus disalibkan, para murid Yesus menjadi ketakutan.
Mereka berkumpul di dalam rumah dengan pintu yang terkunci rapat.
Mereka takut orang-orang akan mencari mereka, dan bisa jadi juga akan disalibkan seperti Yesus.
Iman mereka goyah, tak menyangka Yesus bisa disalibkan, wafat di kayu salib.
Yesus telah tiada, dan tak ada lagi yang bisa mereka handalkan.

Dalam keadaan tertekan dan penuh ketakutan itu, Yesus muncul di hadapan mereka sambil berkata, "Damai sejahtera bagi kamu!   Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
Yesus menepati janji-Nya, akan menyertai mereka sampai selama-lamanya.
Yesus tidak meninggalkan mereka.
Lalu Yesus menghembusi mereka sambil berkata, “Terimalah Roh Kudus!”
Segera setelah itu ketakutan pada murid itu menjadi sirna, diganti oleh keberanian yang luarbiasa.
Banyak yang akhirnya menjadi martir, wafat karena membela nama Yesus.
Tetapi mereka wafat tidak di bawah bayang-bayang ketakutan.

Ketika saya masih di kelas 2 SD, terjadi huru-hara besar, pemberontakan yang dikenal dengan “Gerakan 30 September”.
Ayah saya dituduh sebagai “antek-antek”, bukan karena perbuatannya melainkan karena warna kulitnya yang tidak sawo-matang.
Pada waktu itu begitu banyak orang dibunuh.
Kami tentu saja menjadi sangat ketakutan.
Hampir setiap hari, dari dalam rumah kami mendengar suara tembakan bertalu-talu.
Ibu saya memeluk saya, mengajak bersembunyi di bawah meja makan.

Kejadian itu telah membuat saya dapat memahami ketakutan para murid Yesus itu, bagaimana rasanya berada di bawah bayang-bayang ketakutan.
Sekarang, issue etnis itu telah jauh mereda.
Etnis kami telah diakui sama seperti etnis-etnis lainnya.
Inilah pencurahan Roh Kudus yang telah kami terima dengan perantaraan Yesus Kristus.
Yesus tidak meninggalkan kami, kebenaran pun dinyatakan pada kesudahannya.

Sesungguhnya Tuhan tidak meniadakan kesusahan kita, melainkan mendampingi kita untuk mengatasi kesusahan itu.
Roh Kuduslah yang menyertai kita, yang memampukan kita untuk mengatasi berbagai kesulitan hidup itu.
Oleh karenanya, terimalah Roh Kudus.
Biarlah Roh itu berada di dalam hati kita.
Roh itulah yang akan senantiasa menyertai kita.
Roh itu juga yang akan mengingatkan kita untuk tidak menyimpang dari kehendak Bapa di Surga.
Dengan demikian menjadi langgenglah persekutuan kita dengan Bapa di Surga.

No comments:

Post a Comment